praktek keilmuan pertanian dari pengalaman penulis untuk mendapatkan perubahan ekonomi masyarakat pedesaan, berkarya untuk bangsa dan negara
Minggu, 12 November 2017
Minggu, 26 Maret 2017
Tanam Rapat Jambu Biji
Berkebun buah anggapan masyarakat kita pohonnya harus besar dan berbuah banyak, tapi kendala akan muncul ketika kita melakukan perawatan kususnya buah dimana akan terlalu tinggi harus memakai tangga belum lagi ketika tanam kita kena hama penyakit maka kita akan semakin susah lagi dalam melakukan pengendaliannya butuh biaya besar dan bila tanaman terlalu tinggi maka kita juga malas merawat.
Kebetulan saya pernah belajar sama petani belanda komoditasnya apel yang ditanam sangat rapat tapi berbuah lebat dan terukur dalam pemupukan dan perawatannya juga mudah hasil buah juga sangat bagus dengan grade A.
Saya mencoba menerapkan ini pada tanaman jambu biji merah getas Alhandulillah sudah menunjukkan hasil yang bagus, saya menggunakan jarak tanam 1m x 2 m jumlah tanaman saya sudah 50 batang dengan luasan 15 m x 15 m perawatan yang terukur jumlah pupuk yang diberikan kemudian perawatan buah juga sangat mudah tidak perlu memakai tangangga target tahun ini panen 2 kg per pohon menurut saya tidak terlalu besar. Dengan berat rata rata jambu biji perbuah 0.5 kg sehingga per tanaman 4 buah saja sudah cukup.
Umur 10 bulan sudah mulai ada yang masak dengan berat rata2 0.5 kg per buah. Kesimpulan dari pengalaman 1 tahun ini buah jambu biji saya ini dirawat serius bisa dapat uang dan bisa diterapkan kepada tetangga sekitar yang mau mengadopsi teknik ini untuk memanfaatkan lahan kosong disekitar rumah.
Minggu, 04 September 2016
Ikamaja Jatim Ngaji Tani dan Kebangsaan Bersama DPR RI bpk Hendro Hermono
Konsep Ngaji Tani dan Kebangsaan dimunculkan oleh bapak Hendro Hermono DPR RI dapil Jatim VI dari fraksi Gerindra, pada hari minggu tanggal 28 Agustus 2016 di Kebon jambu "Ngaji Tani" Desa Tawang Rejo Kec. Garum Kab. Blitar acara yang diselenggarakan oleh Ikamaja Jawa Timur dan Komunitas Ngaji Tani LPPNU Kec Garum yang diikuti 75 orang dari berbagai kota di Jatim.
Dalam agenda itu bahwa sekarang ini kita patut bangga dengan produk pertanian kita sendiri sekarang masyarakat lebih suka kalau buah2an yang bernama import, padahal itu produk kita sendiri seperti durian montong, lengkeng itoh pokoknya serba bangkok! Seharusnya produk pertanian kita harus kita namai dengan nama bangsa kita sendiri petani harus bangga dengan produknya sendiri Nasionalisme Kebangsaan Kita wajib kita tonjolkan. Sementara itu menurut ketua Ikamaja Jatim Helmi yusuf, SP, MMA juga membenarkan sekarang ini masyarakat mengganggap remeh produk lokal kita seperti jambu merah unggul dari majalengka yg ditanam disini terkenal dengan nama jambu merah bangkok padahal produksi Blitar, kita tidak sadar nasionalisme kita sudah mulai digerus dari hal yang terkecil produk kita dianggap remeh dan kacangan pokoknya yg serba luar negeri keren, makanya kita mengadakan acara ini untuk memberikan kepercayaan diri bagi petani kita.
Disela acara itu juga dilakukan kegiatan pelatihan budidaya jambu dan Pembibitan Pisang bagi ex alumni magang pertanian Jepang Jawa Timur (Ikamaja Jatim) dan komunitas ngaji tani se kecamatan Garum kabupaten Blitar
Selasa, 07 Juni 2016
Bertanam Guava Jambu Biji Merah
Pada bulan maret kemarin saya main ke rumah sahabat saya di blitar tepatnya di kecamatan garum, saya terkejut melihat kebun guava temen saya tak disangka dengan lahan 1000 m2 bisa menghasilkan pendapatan yg cukup bagus.
60 batang guava berumur 4 tahun tanpa malas berbuah sepanjang tahun. Paling sedikit 20 kg guava dipanen 2 hari sekali produktifitas tertinggi 150 kg dengan harga 5000 rupiah cukup fantastis bukan dengan lahan kecil itu. Mending bertani dikampung dr pada kerja di kota menurut temen saya itu