Selasa, 10 Desember 2013

Antara Pacul, Pips dolar harian dan impian sukses




Sebagai petani saya hanya berpikir kenapa pacul saya tidak bisa mengeluarkan dolar, pikiran saya pekerjaan sebagai petani memang kadang sibuk kadang tidak alangkah baiknya saya bisa menyempatkan diri untuk mendapatkan penghasilan tambahan, untuk menyokong usaha tani saya yang masih kembang kempis. dimana ketidak pastian akan penghasilan dari usaha tani menjadi hantu disiang bolong bagi pegawai bank, pegawai bank sangat menjauhi usaha yang tidak pasti untuk mencairkan kreditnya.

Usaha tani yang penuh ketidak pastian penghasilan, ketidak pastian akan panen karena banyak faktor yang mempengaruhinya diantaranya serangan hama penyakit yang sulit dikendalikan kemudian ancaman perubahan iklim juga menghancurkan sistem pola tanam petani dimana biasanya terjadi waktu musim hujan sudah datang ternyata hujannya tak kunjung datang dan begitu juga sebaliknya.

Konotasi petani yang lusuh, kotor, pinggiran, melarat, ndeso, perlu sekali saya lemparkan ke tong sampah, saya hanya berhayal petani kita menggunakan laptop untuk menghitung business plan padinya, membuka website untuk memasarkan produknya, menerapkan teknologi terbaru dari internet, kemudian bermain forex di waktu kosong untuk meningkatkan penghasilannya, tampilan ndeso "kanthong kutho" (sakunya orang kota) hahahahahah ketawa juga akhirnya?


Kemudian pacul sebagai alat produksi yang digunakan untuk mengolah tanah sudah sepatutnya dirubah menjadi mekanisasi pertanian untuk mengurangi biaya tenaga kerja, lahan yang sejengkal alias semput juga menjadi tantangan untuk mengubah pola pikir pertanian hanya tanam padi dan jagung, sudah waktunya integrated farm sistem, bisa kah lahan rata rata yang dimiliki petani hanya 0,25/ha itu untuk memenuhi biaya makan setahun menyekolahkan anak-anak nya hingga menjadi sarjana, percayakah Anda bahwa lahan segitu bisa mencukupi kebutuhan hidup petani?


1 komentar:

  1. petani itu memang kaya ya pak..
    biar punya lahan sedikit
    tapi cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga ..walaupun cuma seadanya....wk wk wk wk

    BalasHapus