praktek keilmuan pertanian dari pengalaman penulis untuk mendapatkan perubahan ekonomi masyarakat pedesaan, berkarya untuk bangsa dan negara
Minggu, 12 November 2017
Senin, 27 Maret 2017
Profil Saya
Kalau disuruh nulis profil diri sendiri kayaknya sih kurang pas tapi gak papa deh biar pembaca tahu siapa sih saya! Kegiatan sehari hari saya cuman di kebun aja, kadang aktif di organisai sosial kemasyarakatan sperti LPPNU cabang kota kediri, dan Juga Himpunan Kerukunan Tani Indonesia kebetulan saya sendiri dipercaya untuk menjabat ketua cabang di Kota Kediri.
Saya juga aktif di Kamar Dagang dan Industri Indonesia Kota Kediri sebagai wakil Ketua bidang pertanian.
Di bidang politik saya juga aktif di Partai Gerindra Kota Kediri sebagai Sekretaris, meskipun hari hari saya banyak mikir untuk rakyat saya sempatkan untuk menulis blog hehe karena sekarang media sosial lebih mudah untuk dijangkau kalayak masyarakat terutama anak anak muda.
Sekarang saya mau cerita latar belakang pendidikan saya secara formal saya lulus dari sekolahan Dasar Islam di bandar Kidul kec. mojoroto kemudian saya melanjutkan sekolah di madrasah tsanawiyah negeri dimuning, kemudian setelah lulus melanjutkan ke madrasah aliyah kediri 2 di ngronggo setelah itu melanjutkan kuliah di Universitas Brawijaya malang di fakultas pertanian jurusan ilmu tanah spesialisasi kesuburan tanah. Kemudian kuliah pasca sarjana di univ islam kadiri spesialisasi magister menejemen agribisnis.
kalau dalam urusan mangang luar negeri pernah magang di petani jepang selama 8 bulan di prov nara. kemudian pernah juga kursus di belanda dalam kaitan perdagang global produk hortikultura. kemudian saya juga pernah kursus di thailan tentang penguatan organasasi petani dab koperasi pertanian.
dengan pengalaman begitu banyak saya wajib mengamalkan bagi yang berminat dan saya bertekad untuk mengabdikan diri untuk masyarakat petani dan bangsa ini. Meskipun hanya secuil kemampuan saya untuk berkarya yang penting kita bertindak dan jangan diam ketika petani kita bodoh dan terpinggirkan.
Minggu, 26 Maret 2017
Tanam Rapat Jambu Biji
Berkebun buah anggapan masyarakat kita pohonnya harus besar dan berbuah banyak, tapi kendala akan muncul ketika kita melakukan perawatan kususnya buah dimana akan terlalu tinggi harus memakai tangga belum lagi ketika tanam kita kena hama penyakit maka kita akan semakin susah lagi dalam melakukan pengendaliannya butuh biaya besar dan bila tanaman terlalu tinggi maka kita juga malas merawat.
Kebetulan saya pernah belajar sama petani belanda komoditasnya apel yang ditanam sangat rapat tapi berbuah lebat dan terukur dalam pemupukan dan perawatannya juga mudah hasil buah juga sangat bagus dengan grade A.
Saya mencoba menerapkan ini pada tanaman jambu biji merah getas Alhandulillah sudah menunjukkan hasil yang bagus, saya menggunakan jarak tanam 1m x 2 m jumlah tanaman saya sudah 50 batang dengan luasan 15 m x 15 m perawatan yang terukur jumlah pupuk yang diberikan kemudian perawatan buah juga sangat mudah tidak perlu memakai tangangga target tahun ini panen 2 kg per pohon menurut saya tidak terlalu besar. Dengan berat rata rata jambu biji perbuah 0.5 kg sehingga per tanaman 4 buah saja sudah cukup.
Umur 10 bulan sudah mulai ada yang masak dengan berat rata2 0.5 kg per buah. Kesimpulan dari pengalaman 1 tahun ini buah jambu biji saya ini dirawat serius bisa dapat uang dan bisa diterapkan kepada tetangga sekitar yang mau mengadopsi teknik ini untuk memanfaatkan lahan kosong disekitar rumah.
Sabtu, 25 Maret 2017
Ngaji tani, buat pondok pesantren dari pisang
Alhamdulillah pada tanggal 24 maret 2017, dapat undangan ngaji tani konsep belajar keagamaan diiringi dengan belajar cara pembibitan pisang dengan metode pematian titik tumbuh, awalnya saya dimintai tolong untuk konsep penggalian dana untuk pembangunan pondok pesantren di desa kedak kec semen kab kediri.
Adapun konsepnya adalah berkebun pisang di lahan kosong yang dimiliki warga dan jamiah pengajian. disamping untuk memberdayakan masyarakat sekitar bisa juga untuk bersedekah untuk menyumbangkan hasil panen pisang untuk membangun pondok pesantren, target awal menanam pohon pisang 1000 batang, insyaallah tercapai.
dikarenakan jamiah tidak punya uang untuk membeli bibit pisang yang jumlahnya 1000 maka saya kasih pelatihan untuk mendapatkan bibit dengan biaya murah yaitu membuat sendiri.
target untuk tahun pertama bisa panen 1000 tandan, tahun ke dua dan seterusnya 3000 tandan kalau harga pertandan 50.000 sudah mendapatkan dana 200 juta selama 2 tahun semoga bisa tercapai.
Minggu, 04 September 2016
Ikamaja Jatim Ngaji Tani dan Kebangsaan Bersama DPR RI bpk Hendro Hermono
Konsep Ngaji Tani dan Kebangsaan dimunculkan oleh bapak Hendro Hermono DPR RI dapil Jatim VI dari fraksi Gerindra, pada hari minggu tanggal 28 Agustus 2016 di Kebon jambu "Ngaji Tani" Desa Tawang Rejo Kec. Garum Kab. Blitar acara yang diselenggarakan oleh Ikamaja Jawa Timur dan Komunitas Ngaji Tani LPPNU Kec Garum yang diikuti 75 orang dari berbagai kota di Jatim.
Dalam agenda itu bahwa sekarang ini kita patut bangga dengan produk pertanian kita sendiri sekarang masyarakat lebih suka kalau buah2an yang bernama import, padahal itu produk kita sendiri seperti durian montong, lengkeng itoh pokoknya serba bangkok! Seharusnya produk pertanian kita harus kita namai dengan nama bangsa kita sendiri petani harus bangga dengan produknya sendiri Nasionalisme Kebangsaan Kita wajib kita tonjolkan. Sementara itu menurut ketua Ikamaja Jatim Helmi yusuf, SP, MMA juga membenarkan sekarang ini masyarakat mengganggap remeh produk lokal kita seperti jambu merah unggul dari majalengka yg ditanam disini terkenal dengan nama jambu merah bangkok padahal produksi Blitar, kita tidak sadar nasionalisme kita sudah mulai digerus dari hal yang terkecil produk kita dianggap remeh dan kacangan pokoknya yg serba luar negeri keren, makanya kita mengadakan acara ini untuk memberikan kepercayaan diri bagi petani kita.
Disela acara itu juga dilakukan kegiatan pelatihan budidaya jambu dan Pembibitan Pisang bagi ex alumni magang pertanian Jepang Jawa Timur (Ikamaja Jatim) dan komunitas ngaji tani se kecamatan Garum kabupaten Blitar
Kamis, 21 Juli 2016
Ngimpi punya pisang 10.000 batang
Pisang raja memang sangat dibutuhkan untuk kegiatan dimasyarakat Jawa buat acara pernikahan, kenduri, maupun kegiatan lainnya.
Pisang raja memang pisang paling top yg rasanya manis legit buat kue juga terkenal juoos enak top markotop.
Rata rata harga pisang ini memang mahal kemarin survey di pasar Pertandan bisa 200 ribu wuikh coba kalau per hari bisa panen 10 pohon saja ngiler deh hahaa. Pisang ini menurut sebagian petani susah untuk ditanam ya iseng aja deh masak susah sih banyak penyakitnya katanya kebanyakan orang percaya aja dibalik susah pasti ada kemudahaan.
Saya gak perduli apa kata orang yang penting action sebulan kemarin saya dapat bonggol dari sahabat saya pisang raja asli hasilnya juga bagus katanya 1 tandan kemarin dibeli 170 ribu. Sudah deh bongkar bonggolnya aku ganti ongkos dari bonggol itu aku coba untuk bibit awal ternya cukup berhasil sudah tumbuh 10 anakan lebih saya berpikir pengin punya kebun pisang banyak yang bisa panen tiap hari makanya ini praktek ya bro.
Modalnya gede kalau punya 10.000 Batang egp aja deh sedikit2 lama lama jadi bukit
Selasa, 07 Juni 2016
Bertanam Guava Jambu Biji Merah
Pada bulan maret kemarin saya main ke rumah sahabat saya di blitar tepatnya di kecamatan garum, saya terkejut melihat kebun guava temen saya tak disangka dengan lahan 1000 m2 bisa menghasilkan pendapatan yg cukup bagus.
60 batang guava berumur 4 tahun tanpa malas berbuah sepanjang tahun. Paling sedikit 20 kg guava dipanen 2 hari sekali produktifitas tertinggi 150 kg dengan harga 5000 rupiah cukup fantastis bukan dengan lahan kecil itu. Mending bertani dikampung dr pada kerja di kota menurut temen saya itu
Jumat, 16 Oktober 2015
Dengan Urban Farming Negara Kuat Rakyat Sejahtera
Urban Farming adalah pertanian di masyarakat perkotaan. Pengertian itu memberikan presepsi yang cukup aneh dimana dilahan perkotaan memang sangat sedikit, bahkan tidak mungkin untuk memberikan nilai secara ekonomi bagi yang mengusahakan.
Tapi Dalam kaitannya dengan kesejahteraan rakyat urban farming bisa utk menolong warga miskin perkotaan utk mendapatkan makanan sayuran yang murah dengan jalan menanam sendiri, sehingga kebutuhan sehari hari bisa dikurangi dengan menanam sayuran dirumah Ujar Alaiyk Mubarok Direktur Balkon Institute
Dalam kaitan itu Balkon Institute menyelenggarakan pelatihan Urban Farming yang diikuti oleh warga Jakarta kebetulan yang menjadi pembicara saya sendiri, sebelum mengadakan pelatihan ini kami Balkon Institute mengadakan kajian internal terhadap warga miskin kota di Jakarta dimana sehari rata rata pengeluaran utk belanja kebutuhan dapur 50 ribu rupiah dan jika mereka bisa menanam sayuran untuk memenuhi kebutuhan selama 15 hari saja bs mendapatkan penghematan 750 ribu rupiah ujar Alayk Mubarok yg juga menjabat staff ahli di dpr ri itu.
Acara yang diselenggarakan pada tanggal 14 Oktober 2015 diikuti ratusan orang dengan katagori pekerjaan satpam, ibu rumah tangga, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan budayawan bertempat di aula rumah dinas jabatan DPR RI kalibata.
Acara ini bekerjasama dengan Bank Indonesia dan GERSADA (gerak sarjana desa) diharapkan bisa memberikan wacana terhadap bangsa dan negara sehingaa rakyat sejahtera dan bangsa kuat. (hy).
Kamis, 28 Mei 2015
Bertanam buah dipekarangan
Bertanam buah dipekarangan bisa menambah pendapatan, salah satu syarat pilihlah tanaman buah yg harganya tinggi, jarang ada dipasaran jadi produk yg kita tanam nanti akan bisa bersaing dengan buah buah yg sudah ada dipasaran jgn bertaman buah yg sudah umum, kemudian jgn menanam buah yg mudah kena penyakit mati sperti jeruk virus cpvd yg susah ditanggulangi.
Ciptakan produk yg disukai konsumen ketika panen anda bisa dengan cepat menjualnya, diversifikasi produk ketika tanaman anda sudah mulai berbuah coba membuat bibit agar ketika ada orang yg kepingin anda bisa melayani jual bibitnya bibit guah harganya cukup mahal 30 - 50 rb, konsumen akan senang membeli bibit dr contoh tanaman yg berbuah. Anda mau mencoba ayo tanam buah di pekarangan kita, seperti foto yg saya copi dr blog aslinya http://jambumadupku.blogspot.com/2014/10/seratus-batang-jambu-madu-mdh-bisa.html 
Senin, 25 Mei 2015
Pertanian Lahan sempit
Kok aneh pertanian lahan sempit, bisa buat makan gak ya kira kira, begitu kita berpikir konsep pertanian lahan sempit tentunya hanya aktivitas berkebun, utk memenuhi kebutuhan sayuran tiap hari dirumah ataukah bisa untuk komersil, pandangan saya ya simple aja pertanian lahan sempit memang susah utk komersialisai, tapi sedikit banyak bisa menambah pendapatan keluarga.
Contoh misalnya kita bisa menakar kebutuhan sayuran kita tiap hari dan mentukan pola tanam misal hari senin kangkung, selasa kacang panjang, rabu sawi dst, kemudian kita tinggal membreakdown utk mengatur tanamannya, nah dengan semakin meningkatnya harga sayuran dan gaya hidup utk mendapatkan sayuran berkualitas dan sehat, dengan menanam sendiri bisa menghemat kebutuhan dapur uangnya bisa ditabung. Kita kembali merdeka seperti jaman kakek kita di kampung sayut gk beli telor tinggal ambil di belakang sungguh mandiri dan kaya makanan is free
Rabu, 18 Desember 2013
Selera Kampung Tampilan Modern Rasa Joss Gandos
Siapa sih yang gak tahu dengan pecel, makanan tradisional ini sangat disukai oleh semua kalangan, meskipun terkesan makanan kampung pecel ini bisa dibuat dengan tampilan yang lebih modern.
Seperti yang dilakukan oleh istri saya sendiri, sebenarnya idenya sederhana bagaimana membuat sambal pecel yang biasanya ditoko-toko tampilannya kurang menarik, ini saya akan mencoba merubah tampilan sambal pecel ini terkesan modern dan atraktif.
Dalam desain produk secara teoritis saya menggunakan brand image yang sudah dikenal oleh masyarakat dengan kata-kata JOSS GANDOS artinya mantap betul, dan bahasa ini sudah dikenal oleh masyarakat di sekitar saya secara umum, kemudian tampilanya dalam desain saya buat warna yang sangat cerah biar kelihatan jreng dan menarik perhatian, dalam mencari konsep yang demikian saya banyak belajar dari pelatihan-pelatihan yang pernah saya dapatkan. Sekarang tinggal mempraktekkannya untuk menambah penghasilan tambahan disamping bertani.
Jaman memang sudah berubah, bagaimana kita harus menyesuaikan diri untuk tetap bertahan dalam
menghadapi persaingan global, dalam kajian produk sambel pecel yang diolah orang pedesaan seperti saya kalau tidak diubah pemikirannya maka akan tergerus terjangan perusahaan besar yang terus mengkikis pundi pundi pedesaan, memang produk pedesaan tampilan terkesan udik tapi rasa ya gk jauh beda, yang membedakan cuman tampilan saja menurut pandangan saya.
memang selera konsumen sekarang sudah berubah dengan melihat tampilan produk yang menarik dan atraktif akan menjadi pilihannya untuk membeli, kemudian strategi yang selanjutnya adalah bagaimana konsumen tetap membeli dan membeli lagi itu teori dalam marketing harus didukung dengan rasa yang tetap sama dan keistimewaan itu akan dipegang terus oleh konsumen.
akankah model model seperti ini bisa diterapkan dalam produk pertanian yang lain tentunya ini merupakan salah satu tantangan bagi petani dan pengusaha dipedesaan untuk lebih giat lagi mengingkatkan kualitas produknya disertai ilmu marketing yang bagus.
Kamis, 12 Desember 2013
Kebo Nyusu (Gudel yang jadi Gajah nya petani asean)
Pada bulan Juli 2013 lalu Alhamdulillah saya mendapat kesempatan belajar tentang koperasi tani di negeri Thailand yang diselenggarakan oleh ASEAN dengang sponsor MAFF (Japan Ministry of agriculture fisheries and forestry) selama 2 minggu saya juga tidak menyangka akan bisa ke negeri gajah itu yang terkenal produk pertaniannya di Indonesia, lawong saya ini orang kampung mengenal koperasi ya itu koperasi bank plecit dan KUD yang sudah gulung tikar.
Thailand memang jago membuat brand image super dengan produk pertaniannya, siapa yang gak kenal ayam bangkok, jambu bangkok, beras thailand, ketan thailand, kenapa kok gak ada ya ayam blitar, ayam borneo, yang mempunyai ciri kas Indonesia, bahkan produk pertanian kita di anggap remeh dengan produk luar negeri oleh kita sendiri, seperti halnya klengkeng itoh, jeruk mandarin, bahkan sekarang lagi ngetren juga sabun beras thailand, bahkan ada juga produk kecantikan mengandalkan sari beras jepang untuk merawat kulit.
Kalau saya pikir sih itu merupakan bahasa marketing yang tidak susah untuk dilakukan dalam produk pertanian strategi dalam membuat image semua produk yang dikeluarkan sebuah perusahaan adalah sama yaitu produk harus berbeda dengan yang lain, jadi kalau mau mengeluarkan produk itu dulu yang harus kita tampilkan misal tampilannya keren, barangnya bagus, lebih besar seperti halnya persaingan antara Cocacola dan Big Cola, Coca-Cola yang tidak pernah tergeser oleh minuman apapun di Indonesia sekarang mendapat saingan berat dari BIG Cola, yang mengedepankan brand lebih besar dan lebih murah dengan rasa yang sama, sekarang anak kecil pada suka sama yang BIG big itu.
Dalam produk pertanian salah satu cara untuk marketing adalah dengan cara yang sama thailand sangat tahu akan potensi Indonesia misalnya kelengkeng, kelengkeng kita yang kecil dan berbiji besar sekarang sudah tinggal kenangan hancur akibat serangan kelengkeng import yang mempunyai daging tebal rasa manis dan pakaging yang menarik, belum lagi dengan jeruk indonesia yang digulung habis oleh jeruk mandarin yang tampilannya sangat bagus kuning menggoda dan kelihatannya enak, sedangkan jeruk kita tampilannya lusuh dijajakan tanpa grading dan rasanya masam, sadar atau tidak Petani luar negeri sudah mengandalkan ilmu agrobisnis sebagai industri, sedangkan kita kira kira gimana ya gak jelas deh?
Selasa, 10 Desember 2013
Antara Pacul, Pips dolar harian dan impian sukses

Sebagai petani saya hanya berpikir kenapa pacul saya tidak bisa mengeluarkan dolar, pikiran saya pekerjaan sebagai petani memang kadang sibuk kadang tidak alangkah baiknya saya bisa menyempatkan diri untuk mendapatkan penghasilan tambahan, untuk menyokong usaha tani saya yang masih kembang kempis. dimana ketidak pastian akan penghasilan dari usaha tani menjadi hantu disiang bolong bagi pegawai bank, pegawai bank sangat menjauhi usaha yang tidak pasti untuk mencairkan kreditnya.
Usaha tani yang penuh ketidak pastian penghasilan, ketidak pastian akan panen karena banyak faktor yang mempengaruhinya diantaranya serangan hama penyakit yang sulit dikendalikan kemudian ancaman perubahan iklim juga menghancurkan sistem pola tanam petani dimana biasanya terjadi waktu musim hujan sudah datang ternyata hujannya tak kunjung datang dan begitu juga sebaliknya.
Konotasi petani yang lusuh, kotor, pinggiran, melarat, ndeso, perlu sekali saya lemparkan ke tong sampah, saya hanya berhayal petani kita menggunakan laptop untuk menghitung business plan padinya, membuka website untuk memasarkan produknya, menerapkan teknologi terbaru dari internet, kemudian bermain forex di waktu kosong untuk meningkatkan penghasilannya, tampilan ndeso "kanthong kutho" (sakunya orang kota) hahahahahah ketawa juga akhirnya?
Kemudian pacul sebagai alat produksi yang digunakan untuk mengolah tanah sudah sepatutnya dirubah menjadi mekanisasi pertanian untuk mengurangi biaya tenaga kerja, lahan yang sejengkal alias semput juga menjadi tantangan untuk mengubah pola pikir pertanian hanya tanam padi dan jagung, sudah waktunya integrated farm sistem, bisa kah lahan rata rata yang dimiliki petani hanya 0,25/ha itu untuk memenuhi biaya makan setahun menyekolahkan anak-anak nya hingga menjadi sarjana, percayakah Anda bahwa lahan segitu bisa mencukupi kebutuhan hidup petani?
semangat hidup menjadi Petani Global
5 desember 2013 merupakan hari yang bersejarah, 39 tahun sudah umur saya, semangat hidup dalam perjuangan untuk melangkah kehidupan lebih baik tetap menjadi impian saya, dari tanggal 3 - 5 desember 2013 mendapatakan materi dari kementerian pertanian dengan mengikuti kegiatan Apresiasi Pengembangan Kewirausahaan Agribisnis bagi alumni magang pertanian jepang (IKAMAJA).
dalam kesempatan itu saya banyak berpikir dengan materi yang disampaikan oleh nara sumber Ibu Dhinny Anjung Sari salah satu profesional tutor yang berpengalaman untuk membangkitkan wirausaha baru, materi yang disampaikan adalah tentang bagaimana strategi meningkatkan nilai jual produk pertanian di dunia internet.
Saya mencoba untuk berpikir out of box keluar dari kebiasaan awam bagaimana produk pertanian yang biasanya dari petani hanya memproduksi hasil pertanian dan dijual begitu saja akan bisa laku di internet yang notabene pasar internet adalah pasar yang sangat besar bisakah petani menggapai tentang itu? menjadi pertanyaan yang besar di bagi saya. Ah teory pandangan saya kemudian saya mencoba untuk menggali lebih jauh dengan kebiasaan petani kita yang hanya menanam dan menjual hasil panennya ke tengkulak yang menjadi pikiran saya bisakah itu dijadikan sebagai produk yang siap dijual? di internet
ayo berpikir kawan coba di hayati dalam hati saya, kemudian saya teringat apa kata dosen saya di belanda dari HAS den Bosch Apllied Sceience bahwa usaha pertanian itu adalah sebagai industri bukan sebagai produk yang konvensional tanpa ada pembenahan dari mainstream ilmu marketing atau produk asal asalan yang tidak bisa dijajakan seperti produk industri yang lain.
Kemudian saya juga membayangkan petani setelah panen langsung menjual ke konsumen alangkah tingginya harga yang didapat petani karena langsung tanpa perantara kemudian konsumen juga sangat untung karena mendapatkan harga langsung dari produsen. Waduh ini sangat potensial untuk dikembangkan menurut saya cuman yang menjadi masalah apakah petani kita bisa komputer, apakah petani kita bisa buat website, apakah petani kita bisa mengelola pasca panen, apakah ada jaminan kualitas hmmmmm kok banyak sekali pertanyaannya waduh menjadi bingung nih?????
Sebagai generasi muda dalam pertanian yang terdidik saya akan mencoba menerapkan ini kepada kelompok tani atau seorang petani beneranlah semua pasti bisa kemudian saya juga mempunyai ide bagaimana sang PETANI itu bisa jualan produknya misalkan beras ketan yang rata rata import dari negeri gajah itu, apa yang diperlukan ya kira kira yang jelas butuh komitmen dari petani sendiri untuk keluar dari kebiasaan yang ada, Kemudian memperbaiki brand image dari produk petani itu sendiri agar siap dijual ke konsumen di internet yang rata rata orang yang terdidik dan paham akan tingkat kualitas.





